Nasi Goreng Telur Terbaik yang Wajib Dicoba di Shinjuku! Setemaru menyajikan irisan bonito setebal 0,01 milimeter yang baru diparut, dengan masa simpan hanya 10 menit
Jika Anda mengira kuliner Tokyo hanya sebatas sushi, yakiniku, atau ramen, maka Bushimaru yang terletak di lantai dasar Gedung Kinokuniya di Shinjuku kemungkinan besar akan mengubah pandangan Anda tentang sarapan ala Jepang atau set menu.Yang paling terkenal dari restoran ini bukanlah penyajian yang mewah, juga bukan porsi raksasa, melainkan semangkuk nasi campur telur dengan irisan ikan bonito segar yang terlihat sederhana namun sebenarnya sangat diperhatikan detailnya. Mulai dari irisan ikan bonito setipis 0,01 milimeter yang diparut langsung di tempat, dipadukan dengan telur merek Yume-O dari Prefektur Hyogo, ditambah semangkuk nasi putih dan berbagai lauk pendamping, rasanya secara keseluruhan jauh lebih berkesan daripada yang dibayangkan.
Katalog
- 1 "Pengalaman mengiris irisan ikan bonito segar" yang langka di Shinjuku, intinya ada pada 10 menit itu
- 2 Dengan telur kelas juara Jepang "Yume-O", hidangan nasi campur telur pun terasa mewah
- 3 Desain menunya sangat jelas; Anda dapat memilih mulai dari menu standar hingga paket mewah
- 4 Tidak hanya menjual nasi campur telur, merek ini juga mengembangkan konsep lengkap dari irisan ikan bonito
- 5 Toko ini terletak di lantai bawah tanah Kinokuniya Shinjuku, sehingga sangat cocok untuk mampir setelah berbelanja atau membeli buku
- 6 Informasi Toko
- 7 Kesimpulan
"Pengalaman mengiris irisan ikan bonito segar" yang langka di Shinjuku, intinya ada pada 10 menit itu
Ciri khas utama Setemaru adalah mengubah irisan ikan bonito, yang biasanya dianggap sebagai pelengkap, menjadi bintang utama hidangan ini.Restoran ini menggunakan Honkarebushi (Honkarebushi) dari Makurazaki, Prefektur Kagoshima, dan langsung memarutnya di hadapan pelanggan. Dalam deskripsi resminya, ditekankan bahwa kondisi ideal irisan ikan bonito ini hanya bertahan selama 10 menit, karena begitu terkena udara, proses oksidasi dan pengeringan akan dimulai, sehingga aroma dan teksturnya perlahan berubah. Oleh karena itu, yang ditawarkan di sini bukanlah irisan bonito biasa, melainkan pengalaman langsung yang lebih mengutamakan perbedaan waktu dan kesegaran.
Ditambah lagi, dengan ketebalan hanya 0,01 milimeter, saat dimasukkan ke dalam mulut, teksturnya langsung meleleh dengan lembut, sangat berbeda dengan irisan bonito yang biasanya dianggap kering dan renyah. Tekstur ini memang sangat khas, sehingga tidak heran jika pemilik kedai mendefinisikannya sebagai pengalaman bersantap yang tidak biasa.
Dengan telur kelas juara Jepang "Yume-O", hidangan nasi campur telur pun terasa mewah
Bahan utama lain dari Setsumaru adalah telur merek Yume-O dari Prefektur Hyogo.Menurut situs web resminya, "Yume-ou" pernah meraih penghargaan utama selama tiga tahun berturut-turut dalam "Festival Telur Mentah di Atas Nasi (Tamago-kake-gohan Matsuri)". Ciri khasnya adalah kuning telur yang kental dan aroma yang kuat, sehingga sangat cocok untuk dibuat menjadi telur mentah di atas nasi. Pengaturan ini masuk akal, karena Setemaru tidak hanya mengandalkan irisan ikan bonito, melainkan bertujuan untuk mencapai keseimbangan terbaik antara irisan ikan bonito, telur, dan nasi putih.
Bagi wisatawan Taiwan, hal yang paling menarik dari hidangan ini adalah, meskipun sekilas terlihat sederhana, sebenarnya setiap unsur dasarnya telah ditingkatkan ke tingkat yang sangat tinggi. Saat Anda benar-benar mencampurkan nasi panas, kuning telur Meng Wang, irisan bonito segar, rumput laut, dan sedikit bumbu, lapisan aromanya jauh lebih kaya daripada nasi campur telur pada umumnya; ini adalah jenis hidangan yang perbedaannya baru terasa setelah dicicipi.
Bukan sekadar gimmick untuk check-in, melainkan upaya untuk mengangkat budaya kuliner sehari-hari Jepang secara lebih mendalam
Nasi campur telur memang sudah menjadi hidangan sehari-hari di Jepang, namun Setsumaru menyajikannya dalam versi yang lebih istimewa. Daya tarik dari hidangan ini bukanlah karena ia mengubah makanan rakyat biasa menjadi hidangan mahal, melainkan karena ia berhasil mengangkat hidangan sehari-hari tersebut menjadi pengalaman kuliner yang layak dikunjungi khusus, berkat pemilihan bahan dan cara pengolahannya yang dilakukan langsung di tempat. Bagi mereka yang baru pertama kali mencobanya, ini akan menjadi pengalaman yang berada di antara rasa familiar dan kejutan.
Desain menunya sangat jelas; Anda dapat memilih mulai dari menu standar hingga paket mewah
Saat ini, menu andalan utama di restoran ini adalah "Set Makanan Irisan Bonito Segar".Paket dasar terdiri dari nasi putih, irisan ikan bonito segar, telur Mōō, sup miso, dua jenis acar, dan rumput laut panggang, dengan harga 1.600 yen. Jika ingin menikmati hidangan yang lebih lengkap, Anda juga dapat memilih paket Setumaru, Kinokuniya, atau Shirogane yang dilengkapi dengan lauk pendamping, dengan harga masing-masing 2.100 yen, 2.450 yen, dan 2.950 yen.
Dengan lokasi di jantung Shinjuku, kisaran harga seperti ini sebenarnya tidak terlalu mahal. Terutama jika mempertimbangkan penggunaan Makurazaki Honkarebushi dan telur bermerek, ditambah lagi proses pengirisannya yang dilakukan langsung di tempat membutuhkan tenaga kerja dan keahlian, sehingga secara keseluruhan hidangan ini dapat dikategorikan sebagai “hidangan Jepang berkualitas yang patut dicoba”, bukan sekadar makanan cepat saji biasa.
Tidak hanya menjual nasi campur telur, merek ini juga mengembangkan konsep lengkap dari irisan ikan bonito
Berdasarkan situs resminya, Setsumaru bukanlah sekadar kedai yang menjual semangkuk nasi telur, melainkan menjadikan “parutan katsuobushi segar” sebagai inti mereknya.Selain menu "Oyaji-gozen" yang menyajikan irisan bonito segar, situs web tersebut juga menyebutkan bahwa toko ini memiliki mi Cina yang menggunakan kaldu bonito sebagai bahan utamanya. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan utama toko ini sebenarnya bukan hanya untuk membuat satu produk yang viral, melainkan untuk menghadirkan pengalaman menyeluruh yang menggabungkan irisan bonito, kaldu, dan rasa umami khas Jepang.
Jika Anda memang sudah tertarik dengan budaya kaldu dalam masakan Jepang, cita rasa bahan-bahannya, serta seni mengiris kelapa muda, maka Setemaru lebih layak dikunjungi daripada restoran populer pada umumnya. Sebab, yang Anda nikmati di sini bukan sekadar hidangan yang lezat, melainkan suatu sikap yang sangat teliti dalam menguasai dasar-dasar kuliner Jepang.
Toko ini terletak di lantai bawah tanah Kinokuniya Shinjuku, sehingga sangat cocok untuk mampir setelah berbelanja atau membeli buku
Dari segi lokasi, Setsumaru terletak di Lantai B1 Gedung Kinokuniya, 3-17-7 Shinjuku, Distrik Shinjuku, Tokyo, dan dapat dicapai dengan berjalan kaki sekitar 5 menit dari Stasiun JR Shinjuku. Lokasinya sangat strategis; baik Anda berencana berbelanja di Shinjuku, mengunjungi pusat perbelanjaan, atau mampir ke Toko Buku Kinokuniya, tempat ini sangat cocok untuk mampir makan.Situs web resmi mencantumkan jam operasional dari pukul 11:00 hingga 22:00, dengan waktu pemesanan terakhir pukul 21:30.
Hal ini sangat berguna bagi para wisatawan, karena Shinjuku biasanya merupakan kawasan tempat banyak orang menginap atau transit; mereka tidak perlu mengambil jalan memutar untuk memasukkan toko ini ke dalam agenda perjalanan mereka. Dibandingkan dengan toko-toko kecil yang terletak di kawasan pemukiman dan harus dikunjungi secara khusus, toko seperti Setsumaru yang lokasinya jelas dan mudah dijangkau jauh lebih mudah untuk dikunjungi.
Informasi Toko
Nama Toko: Bushimaru
Alamat: Lantai B1 Gedung Kinokuniya, 3-17-7 Shinjuku, Distrik Shinjuku, Tokyo
Akses: Sekitar 5 menit berjalan kaki dari Stasiun JR Shinjuku
Jam buka: 11.00–22.00 (Pemesanan terakhir pukul 21.30)
Telepon: 03-5944-0841
Situs web resmi:https://www.bushimaru.com/
Instagram:https://www.instagram.com/bushimaru2025/
TikTok:https://www.tiktok.com/@bushimaru22
Tabelog:https://tabelog.com/tokyo/A1304/A130401/13316862/
Kesimpulan
Jika Anda ingin mencari restoran masakan Jepang di Shinjuku yang tidak hanya "enak", tetapi juga benar-benar berkesan, maka Setsumaru layak masuk dalam daftar Anda.Restoran ini mengubah irisan ikan bonito dari sekadar pelengkap menjadi bintang utama, lalu menggunakan telur Mōō dan nasi panas untuk meningkatkan kesempurnaan hidangan secara keseluruhan, sehingga menghasilkan hidangan Jepang yang tampak sederhana namun sebenarnya sangat diperhatikan detailnya. Bagi mereka yang menyukai budaya kuliner Jepang dan bersedia menghargai detail-detail tersebut, ini akan menjadi pengalaman bersantap yang sangat menyegarkan.



