Toko ramen seni baru di Shibuya! PICASSO RAMEN kembali dibuka pada 6 Juni
Jika Anda berlibur ke Shibuya, Tokyo, dan ingin mencari tempat baru yang tidak hanya menyajikan ramen, tetapi juga cocok untuk berfoto dan menikmati suasana malam, Anda bisa mempertimbangkan tempat yang akan dibuka kembali pada 6 Juni 2026PICASSO RAMEN (ピカソラーメン)Cafe/Ramen Picasso Cafe yang semula berlokasi di Dogenzaka akan bertransformasi menjadi ruang baru yang lebih berfokus pada ramen, sekaligus menyajikan musik dan minuman beralkohol, dengan konsep utama “RAMEN × MUSIC × ALCOHOL”.
Bagi wisatawan dari Taiwan, hal yang paling menarik dari restoran ini adalah ia tidak seperti kedai ramen tradisional yang hanya mengutamakan perputaran meja yang cepat, melainkan memadukan kehidupan malam Shibuya, gaya seni, dan cita rasa merek ramen populer dari Osaka.Siang hari, tempat ini bisa dijadikan pilihan untuk makan siang setelah berbelanja di Shibuya, sedangkan malam hari cocok dikunjungi sebelum atau sesudah mengunjungi Dogenzaka, MIYASHITA PARK, Shibuya Sky, atau Kabukicho, untuk menikmati semangkuk ramen shoyu yang dirancang dengan apik.
Katalog
Dibuat di bawah pengawasan ahli ramen, ramen kecap populer dari Osaka ini bisa dinikmati di Shibuya
Ramen dari PICASSO RAMEN berasal dari restoran terkenal di Osaka yang selalu dipadati antreanSemua Manusia Adalah Pecinta Mie (人類みな麺類)Disunting oleh. Merek ini terkenal dengan ramen kecap, potongan daging babi panggang yang tebal, rebung kering yang kasar, dan mie buatan sendiri dari tepung gandum utuh, serta merupakan kedai ramen yang cukup populer di kawasan Nishi-Nakajima, Osaka. Kali ini, Anda dapat menikmati varian dari gaya mereka di Shibuya, yang sangat memudahkan para wisatawan yang mungkin tidak berkesempatan mengunjungi Osaka.
Jika Anda biasanya menyukai kaldu shoyu yang segar namun kaya rasa, Anda bisa memasukkan tempat ini ke dalam daftar pilihan ramen di Shibuya. Dibandingkan dengan ramen larut malam yang berminyak dan asin, ramen shoyu seperti ini lebih cocok bagi mereka yang ingin menikmati semangkuk ramen berkualitas setelah berbelanja, namun tidak ingin merasa terlalu berat di perut.
Ruang seni bergaya Picasso, bahkan mangkuk ramennya pun dirancang dengan apik
Interior toko ini terinspirasi oleh karya seniman Spanyol Pablo Picasso, dengan dekorasi artistik yang terinspirasi dari karyanya untuk menciptakan suasana ruang tersebut.Ramen juga disajikan dalam mangkuk ramen berbentuk cangkir kopi khusus yang dicetak dengan gambar seni, sehingga terlihat seolah-olah sedang menikmati ramen dari cangkir kopi, yang sangat berbeda dengan kesan visual toko ramen pada umumnya.
Desain seperti ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mencari tempat nongkrong baru di Shibuya. Jika Anda suka memotret suasana dan hidangan di dalam kafe, sebaiknya hindari jam-jam sibuk; jika ingin menikmati secangkir kopi, kopi di sini disajikan dalam cangkir khusus, sehingga cocok untuk bersantai sejenak setelah makan siang.
Informasi Toko dan Akses
Nama Toko:PICASSO RAMEN (ピカソラーメン)
Pembukaan Kembali:6 Juni 2026 (Sabtu)
Jam Kerja:11.00–15.00/17.00–23.00
Hari libur:無
Alamat:2-23-13 Dogenzaka, Distrik Shibuya, Tokyo
Lalu lintas:Sekitar 4 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar A3 Stasiun JR Shibuya; sekitar 5 menit berjalan kaki dari Pintu Keluar Utara Stasiun Shinsen, Jalur Keio Inokashira
Situs web terkait:Situs Web Resmi UNCHI Co., Ltd.
Bagaimana cara memasukkannya ke dalam rencana perjalanan di Shibuya?
Toko ini terletak di Dogenzaka, dekat dengan pusat kota Shibuya, pusat perbelanjaan, toko kaset, dan kawasan hiburan malam.Jika Anda berkunjung ke Shibuya pada siang hari, Anda bisa mampir ke PARCO, LOFT, atau MIYASHITA PARK terlebih dahulu, lalu datang ke sini untuk makan siang; sedangkan jika berkunjung pada malam hari, tempat ini cocok untuk makan sebelum atau sesudah mengunjungi pameran, bar, atau acara musik.
Bagi wisatawan Taiwan, PICASSO RAMEN bukanlah sekadar “tur ke restoran-restoran legendaris” yang konvensional, melainkan pengalaman ramen baru yang sangat khas Shibuya. Perpaduan antara seni, musik, minuman, dan ramen sangat sesuai dengan karakter kota Shibuya yang sedikit eklektik dan sedikit pemberontak.



