Joy Jepang. Oh, cinta Jepang.

Kupon Tamasya makanan gourmet Belanja menginap di perjalanan Acara Pesan Distrik

Hanya di Awal Musim Panas di Iwate! Parade Besar Chaguchagu Majo yang Diiringi Lonceng

Hanya di Awal Musim Panas di Iwate! Parade Besar Chaguchagu Majo yang Diiringi Lonceng

Jika Anda ingin menyaksikan festival tradisional yang benar-benar kental dengan nuansa lokal selama perjalanan di Jepang, di awal musim panas di Prefektur IwateChaguchagu UmakoAcara ini sangat layak untuk dikunjungi. Pada tahun 2026, acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 13 Juni (Sabtu), di mana kuda-kuda yang dihias dengan indah akan berangkat dari Kuil Onigoe Aosaki di Kota Takizawa, menuju Kuil Morioka Hachiman.Lonceng yang terpasang di tubuh kuda berbunyi "chaku-chaku" seiring langkahnya, dan inilah asal mula nama festival tersebut.

Bagi wisatawan Taiwan, daya tarik utama acara ini adalah bahwa acara ini tidak sekomersial acara-acara besar di kota, melainkan dipenuhi kehangatan pedesaan Tohoku dan budaya berkuda.Perlengkapan kuda yang berwarna-warni, kuda-kuda kecil yang menggemaskan, anak-anak yang melambaikan tangan di sepanjang jalan, serta pemandangan pedesaan dan Gunung Iwate di kejauhan, akan membuat Anda merasa benar-benar tenggelam dalam ritme kehidupan lokal. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan mandiri ke Tohoku, ini akan menjadi sorotan musim semi yang sangat cocok untuk dikombinasikan dengan kunjungan ke Morioka, Hanamaki, dan Hiraizumi.

Apa itu Chaguchagu Mazi? Sebuah upacara tradisional untuk mendoakan kuda-kuda pertanian

Chaguchagu Mashi adalah upacara tradisional Iwate untuk mengucapkan terima kasih kepada kuda-kuda penarik sawah.Dulu, kuda merupakan mitra yang tak terpisahkan dalam kehidupan petani dan kegiatan pertanian. Melalui upacara pemujaan dan prosesi, festival ini mengungkapkan rasa terima kasih dan doa kepada kuda. Acara dimulai dari Kuil Onigoe Aosaki (Kuil Onigoe Aosaki) dan berlanjut hingga Kuil Morioka Hachiman, dengan jarak tempuh sekitar 14 kilometer dan memakan waktu sekitar 5 jam.

Kuda-kuda itu mengenakan pakaian berwarna-warni dan dihiasi lonceng-lonceng yang mengeluarkan bunyi nyaring saat mereka berjalan.Suara lonceng ini terpilih sebagai salah satu dari "100 Suara Pemandangan Jepang yang Ingin Dilestarikan" pada tahun 1996. Bagi para pelancong yang menyukai kenangan suara dan budaya lokal, pesona langsung di lokasi ini sulit dirasakan hanya dengan melihat foto.

Rute Perjalanan 2026: Dari Takizawa ke Pusat Kota Morioka

Agenda:13 Juni 2026 (Sabtu)

Rute perjalanan:Berangkat dari Kuil Onigoe Sōzen pukul 09.30 → Depan Balai Kota Takizawa pukul 10.05 → Depan Stasiun Morioka pukul 13.10 → Nakanohashi pukul 13.40 → Tiba di Kuil Morioka Hachiman pukul 13.55

Transportasi dan Parkir:Bagi yang berkendara sendiri, tersedia tempat parkir gratis di Balai Kota Takizawa, Big Roof Takizawa, dan Taman Kompleks Takizawa. Untuk bus besar, diperlukan reservasi terlebih dahulu.

Perhatian:Sekitar pukul 08.00–11.00, akan diberlakukan pembatasan lalu lintas di sekitar Kuil Onigoe Sōzen. Tidak ada tempat parkir di dekat Kuil Onigoe Sōzen; jarak dari tempat parkir terdekat ke kuil sekitar 1,4 kilometer, yang dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 20 menit.Pada tahun 2026, akan ada bus antar-jemput berbayar dari Stasiun Morioka ke Big Roof Takizawa, namun jika ingin melihat rute keberangkatan atau rute pedesaan, Anda tetap harus berjalan kaki untuk menuju Kuil Onigoe Sōzen.

Informasi lebih lanjut:Situs Web Resmi Asosiasi Pariwisata dan Produk Lokal Kota Takizawa

Manakah yang paling cocok? Pilih titik pandang sesuai gaya perjalanan Anda

Jika Anda ingin mengabadikan pemandangan pedesaan dengan latar belakang Gunung Iwate, disarankan untuk mengunjungi bagian awal kawasan Takizawa. Namun, Anda perlu mempersiapkan transportasi dengan lebih cermat, sebaiknya tiba lebih awal, dan bersiap untuk berjalan kaki. Bagian ini memiliki suasana festival lokal yang kental, sehingga cocok bagi para penggemar fotografi dan wisatawan yang bersedia bangun pagi.

Jika ini adalah kunjungan pertama Anda ke Iwate dan Anda menggunakan JR sebagai sarana transportasi utama, area di depan Stasiun Morioka dan sekitar Jembatan Naka akan lebih mudah untuk dijelajahi.Jika tiba di sekitar Stasiun Morioka sekitar tengah hari, Anda akan melihat rombongan memasuki pusat kota. Pengaturan ini tidak mengharuskan Anda berangkat pagi-pagi ke kuil, dan juga memudahkan Anda untuk melanjutkan perjalanan ke Taman Sisa-sisa Kastil Morioka, Gedung Batu Bata Merah Bank Iwate, atau restoran mi dingin Morioka yang terkenal untuk makan siang.

Acara pemotretan pada hari sebelumnya dan festival interaksi pada hari itu juga patut diperhatikan

Pada hari Jumat, 12 Juni, pukul 11.00–14.00, akan diadakan “Sesi Foto Chaguchagu Majo” di Kuil Onigoe Aomae.Sekitar 10 ekor kuda yang dihias akan mengikuti parade mini, dan rutenya akan melewati spot foto populer yang menawarkan pemandangan pedesaan dan Gunung Iwate. Dibandingkan dengan hari acara utama, jumlah pengunjung pada hari sebelumnya lebih sedikit, sehingga sangat cocok bagi Anda yang ingin berfoto dengan santai atau melihat detail perlengkapan kuda dari dekat.

Pada tanggal 13 Juni, Big Roof Takizawa juga akan menyelenggarakan “Chaguchagu Majo Fureai Matsuri di Takizawa 2026”, yang berlangsung pukul 07.00–16.00.Di lokasi acara akan ada pengenalan budaya kuda, interaksi dengan para pengendara kuda, pameran poster, pertunjukan seni tradisional seperti Takizawa Koma Odori, penjualan oleh-oleh lokal, serta gerobak makanan. Jika Anda sudah menyaksikan iring-iringan di depan Big Roof Takizawa, Anda dapat langsung masuk dan menjelajahinya dengan santai. Acara ini juga sangat cocok untuk wisatawan bersama keluarga.

Tips Praktis untuk Wisatawan: Pakaian, Berfoto, dan Transportasi

Cuaca di Iwate pada bulan Juni cukup nyaman di siang hari, namun pagi dan sore hari masih bisa terasa sejuk. Disarankan untuk mengenakan sepatu yang nyaman dan membawa jaket tipis. Jika Anda berencana menjelajahi jalur pendakian atau jalur pedesaan, harap sediakan waktu untuk berjalan kaki dan bawalah persediaan air minum.Saat menikmati pemandangan di sepanjang jalan, jangan mendekati kuda terlalu dekat, dan jangan tiba-tiba mengulurkan tangan atau menggunakan lampu kilat yang dapat mengganggu kuda; jika ingin berfoto bersama atau memotret dari jarak dekat, sebaiknya lakukan di tempat istirahat atau area kegiatan sesuai petunjuk di lokasi.

Bagi wisatawan yang berangkat dari Stasiun Morioka, Anda dapat menyusun rencana perjalanan setengah hari untuk mengunjungi Chaguchagu Majo.Pagi hari pergi ke Takizawa untuk menyaksikan bagian awal parade, sore hari kembali ke Morioka untuk menikmati mie dingin dan berkeliling kota; atau menunggu rombongan di depan Stasiun Morioka pada siang hari, lalu melanjutkan wisata kota Morioka pada sore hari. Jika Anda melakukan perjalanan beberapa hari di Tohoku, rute ini juga cocok dipadukan dengan Hanamaki Onsen, Chuson-ji di Hiraizumi, Kakunodate, atau rute Aomori.

Mengabadikan Awal Musim Panas di Iwate Melalui Nada Dering

Pesona festival Chaguchagu Mashi tidak hanya terletak pada kostum yang megah dan kuda-kuda yang menggemaskan, melainkan juga pada pemandangan awal musim panas yang terbentuk dari perpaduan antara denting lonceng, jalanan, kerumunan orang, dan kenangan akan tempat tersebut. Meskipun tidak semeriah festival-festival besar di kota besar, festival ini mampu membuat para wisatawan merasakan kedalaman budaya Iwate yang hidup berdampingan dengan kuda.

Jika Anda ingin menyisipkan kegiatan yang tidak hanya menghasilkan foto, tetapi juga kenangan suara selama perjalanan di Tohoku, Jepang, acara Chaguchagu Majo pada 13 Juni 2026 patut masuk dalam daftar Anda. Bangunlah sedikit lebih awal, berjalanlah santai, dan dengarkan lonceng yang semakin mendekat; ini akan menjadi momen yang tak terlupakan selama perjalanan Anda di Iwate.

Media sosial & ikon berbagi yang didukung oleh AkhirnyaSosial